Analisis Komponen Makna an-Nur dan adh-Dhiya’ sebagai Metafora Cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an

Authors

  • Meki Polanda Universitas Muhammadiyah Banten Author
  • Sutisna Universitas Muhammadiyah Banten Author
  • Indra Lesmana Universitas Muhammadiyah Banten Author
  • Rizki Universitas Muhammadiyah Banten Author

Keywords:

an-nur,, adh-dhiya’, analisis komponen makna, semantik Al-Qur’an, metafora cahaya Ilahi

Abstract

Konsep cahaya merupakan salah satu simbol penting dalam Al-Qur’an yang diekspresikan melalui berbagai istilah dengan muatan makna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan komponen makna kata an-nur dan adh-dhiya’ dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung leksem an-nur dan adh-dhiya’, sedangkan data sekunder meliputi kamus Arab klasik dan modern, kitab tafsir, serta literatur semantik Al-Qur’an yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik, khususnya analisis komponen makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa an-nur dan adh-dhiya’ tidak berada dalam relasi sinonimitas, melainkan merepresentasikan dua konstruksi makna cahaya yang berbeda secara sistematis dalam medan semantik Al-Qur’an. An-nur berfungsi sebagai metafora epistemologis dan spiritual yang berkaitan dengan petunjuk, iman, dan kesadaran batin, sedangkan adh-dhiya’ merepresentasikan cahaya yang bersifat fisik, energetik, dan kosmologis. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an dibangun melalui sistem bahasa yang terstruktur dan presisi, sehingga pendekatan semantik memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman metafora Qur’ani.

Downloads

Published

2026-01-27